Kamis, 13 Januari 2011
I'm Lossing u ...
Andai kau tahu ...
Menyadari kau tak lagi ada disana dipersimpangan jalan yg pernah kita sepakati bersama
Kau pergi, menautkan hati dan berlalu
Tanpa mengingatku ...
Aku kehilanganmu ...
Ketika tak lagi kutemukan bening kasih dibinar matamu
Ketika ku sadari kau telah pergi
Membawa seluruh kasih yg pernah kau tawarkan padaku
Maaf ...
Masih bolehkah ku katakan bahwa "Aku sayang kamu"
Selasa, 21 Desember 2010
Sahabat
Luruh ...
Jatuh ...
Dan aku malas untuk bangkit, ogah untuk berdiri kembali yang sama artinya aku tak pernah ingin meninggalkan masa lalu. Ku biarkan dia mengikatku erat, menumbuhkan jala demi jala hingga memasungku tanpa ku minta. Aku telah merelakan diri menjadi bagian dalam masa lalu yang penuh mimpi. Mimpi yang tak pasti ...
Hatiku bertanya .... "???"
Dan hanya jawaban .... "!!!"
Yang kudapatkan. Kita tak pernah satu jalan ... itu lah kenyataannya
Tak pernah se "ia" ... kita, hanya saling menjaga, saling menghormati. Satu adat sopan santun yang terkadang penuh kepalsuan. Atas nama "tak ingin menyakiti" namun kenyataannya "sangat menyakitkan"
Tak ada kata yang bisa mewakili keberadaanmu dihati, tak ada kata yang bisa melukiskan betapa naif dan sombongnya engkau. Apakah hanya pemanis bibir yang selama ini kau tumpuk dan kau jejalkan di telingaku. Apakah hanya basa basi, apakah semua kepalsuan itu memang kau rancang dan kau ciptakan untuk semua ... semua hal yang bisa kau kelabui.
Manusia manusia manis dan bodoh ...
Yang selalu kau sanjung betapa berartinya ia bagimu
Bagimu sahabat ...
Patah tumbuh hilang berganti, setiap orang bisa menyandang gelar "Sahabat" darimu. Setiap orang bisa kau rengkuh dan kau jadikan teman, sahabat atau apapun ... "itu kala kau membutuhkan mereka". Setiap orang bisa kau abaikan, kau acuhkan, kau singkirkan seakan mereka tak pernah ada dihidupmu. Disaat kau tak membutuhkan mereka. Disaat kau menganggapnya telah menjadi peganggu dihidupmu. Disaat kau merasa bisa hidup tanpa mereka. Karena kau selalu merasa masih banyak orang yg bisa kau jadikan sahabat. Hanya sebatas itukah bagimu arti "Sahabat" ???
Selamat Tinggal ...
Terima kasih, karena walau bagaimanapun pernah tertoreh satu kisah antara kita. Pernah satu lembaran hidupku tertuliskan namamu, pernah disela hari lalu ada tawa dan candamu menemaniku, pernah ada bahagia kau hantarkan ... walau begitu banyak pedih yang mendera sejak kau menghilang.
Maaf ...
Karena walau bagaimanapun, sebagian hatiku menyayangimu ... sebagian yang lain begitu membencimu. Aku memujamu namun juga merutukimu ...
Maaf ... kini aku telah merelakan, menghancur leburkan masa lalu itu. Meninggalkannya dan tak ingin mengingatnya.
Thanks 4 everything ...
Bisu
Tertatih meraih bisu
Terantuk pada hempas gelombang
Terjatuh diantara gugusan gemintang
Kelu ...
Tiada hampa, tiada resah berpadu gelisah
Hanya bisu yang mengkelu di relung kalbu
Menyelimuti geletar dihati
Menelisik nurani, kala hati berpadu keagungan MU
Yach ...
Senja hadir dipangkuan cakrawala
Ku tangkup asa, ku alirkan dalam jiwa
Ku basahi tiap mimpi dengan do'a
Ku amini dengan sepenuh jiwa raga
Bisu ...
Merajahku dalam angan lalu
Kala hadirmu menjadi badai dihatiku
Kini hanya senja yg lugu
Temaniku menapak malam terserabut sendu
Senin, 27 September 2010
Sekali lagi
Sekali lagi, aku berkutat dengan emosi
Meredam buih buih amarah yang menjamahku bagai pengikutnya
Merasuk dan menggerayangiku bagai nafsu yang melingkar selaksa pusaran
Rentanku kala seraut wajahmu menghantuiku
Menjadi bayangan yg senantiasa membuntutiku
Meruntuhkan ego dan menghabiskan amunisiku untuk menghabisimu
Selalu ... aku luruh dalam kerinduan yang menggebu
Menyerah pada rasa yang tak jua mengikuti logika
Menyerah pada cinta yang memasungku tanpa kendali
Menyerah ...
Menyerahkan seluruh hati yang tak jua ku ikhlaskan
Untukmu ... dulu, kini ataupun nanti
Sekali lagi ...
Harus ter rela kan bulir2 air mata ini menetes membelah jiwa dan rasa
Meremukkan seluruh syaraf angan dan mimpi
Membuat kaki asaku pincang dan rapuh
Dan maaf ... terpaksa aku merutuki mu
Tak rela bila hati harus merintih menyebut namamu
Walau kusadari bibirku berkhianat dan memanggilmu bagai ajimat
Senin, 20 September 2010
Hujan ...
Rintikmu dipenuhi damai
Hadirmu membawa kesejukan dihati
Dan kepergianmu selalu hadirkan pelangi
Rela kau hadir disela hari
Menjadi tangisan tanpa suara menjadi dambaan tak tersua
Biarkan berlalu pergi, bila jalan tak mungkin tertempuhi kembali ...
Mendekatlah……
Bila malam ini mimpi tlah mengukiri sgenap dinding hati
Usah menanti keraguan kelak kan terjelang di dini nanti
Mengertilah……...
Tatkala rasa mengekalkan hasratnya hanya pada seberkas asa
Roda waktu dunia takkan lagi sanggup memutari dimensi nyata
Akuilah……
Keberadaan desiran makna yang terus memekat di tiap tetes darah
Pengingkaran pada satu kata cinta akan membadaikan sejuta damba
Resapilah…..
Bila gamang sudah tak bergelayut lagi di penjuru kasih sayang
Dalam kegulitaan pengharapan inilah cahaya hakiki kusimpankan (Galih)
Ketika gelisah mendera, kepiluan serasa sealiran darah
Menuju titik nadi yang kian membuncah
Resah bergayut tanpa sebab melingkari nurani tanpa bisa terbendung lagi ...
Ada ingin ku sampaikan pada angin
Pintaku serasa menghiasi tiap kisi langit...
Rasakanlah ...
Ku titipkan baitan asa pada gemintang surga
Sumbang terdengar kidung cinta
Mendayu ...
Merindu ...
Bagai usapan buluh perindu
Biar usang tersimpan jua
Tak kan usai dimakan perayap cinta
Terjaga hingga berakhirnya masa
Karena cinta tak harus jadi miliknya (Iffa)
Dan bila pedih kenang lama tlah tak melingkupi diri
Takkan lagi luka bathin ini kan kubawa mati
Biarlah terkubur sudah kisah lama yang duka
Hanya pada satu asa kini kutulis bait-bait rindu
Tatkala lorong hatiku bersenandungkan lirih asmara
Mengalun pelahan mentasbihkan berjuta damba
Dan bila getarnya terasa menyentuh relung jiwamu
Akankah bersambut indah segala jalinan telisik rasa (Galih)
Antara Hati ...
Gemerisik daun saling berpagutan
Berbisik tentang rasa yang kutitipkan
Untukmu ...
Menjelajahi waktu tanpamu
Mengarungi mimpi tanpa sebentuk wajahmu
Kini ... akankah diujung jalan itu kan kutemui cintamu
Ataukah hanya impian saling bertautan tanpa arah dan tujuan
(28 April 2010)
Tebing hatiku rengkah di terpa badai gelisah
Bertafakur diri menanti di dermaga sunyi
Pada angin pantai kuhembuskan bisik rindu
Datanglah....
Tak kuasa aku menunggu......
Kian bergulung ombak resah senandungkan namamu
Jangan sampai mengapung hampa biduk cinta
Aku ingin arungi lautan nasib bersamamu
Berlayar kita berdua menggapai pulau impian (Galih)
Terukir tepiaan pantai tersapu ombak, Deru yg menghempas di bebatuaan karang, sekeras pecahan yg kian menerpa...!
Terasa asing di luasnya mata memandang, bagai tak bertepi tanpa ujung...!
Berlayar di atas lauttan mencari tambatan rindu ditepiaan dermaga...!(Angans)
Senja hadir dibatas cakrawala
Kilau jingga menebar getar pesona
Teriringi debur ombak menghantam karang
Terburai riak kecil menantang samudera
Kembali kepantai menabur buih dan meninggalkan jejak semata ......
Mengimpaskan sgala ikrar yg pernah terjalin di hati
Andai ada jalan tuk kembali ...
Kan tertempuhi segala jeda dan beda yang menghalangi
Demi satu penantian hati yang tak kan hanya berujung sepi ... (Iffa)
Menggapai lirih dua kelopak hati menanti
Menyimpan rindu manis di penjuru kalbu
Usahlah menunggu lagi pagi nan sepi
Biarlah geletar rasa berpadu saling menyatu
Tunggulah dik di sejenak jeda aku berharap
Akan kupahat dulu janji ini di kokoh batu karang
Agar jiwa menyatu...
Agar hati tak ingkar...
Agar rasa kan abadi...
Dan jangan lepaskan genggamanmu di jiwaku
Kita kan berangkat seiring langit senja menggelap
Menyongsong malam
Berdua......... (Galih)
Angin ...
Angin ... apa kabar mu di sana? Aku sedang tidak begitu baik
Aku sudah berjanji untuk menjadi kuat dan tegar dalam keadaan apapun
Tapi malam ini aku benar benar ingin berbicara padamu
Entah kenapa malam ini aku ingin menangis ...
Kamu adalah lelaki yang tidak akan membiarkan aku menangis,
Tapi justru kamulah yang pernah menguras habis air mataku, ironis bukan?
Bisakah kamu datang malam ini?
Dan izinkan aku meringkuk di dalam sayapmu.
Sebentar saja, malam ini saja, atau detik ini saja ...
Ada saat di mana aku merasa begitu kuat
Dan malam ini aku merasa begitu rapuh ...
Aku hanya ingin menangis ...
Itu saja ...
by "Ne"