Jumat, 23 September 2011

Angin ...

Angin apa kabarmu ...
Saat ini aku ingin menangis
Aku ingin mengadu,
Sejenak berharap kau ada disini
Dan membiarkanku bersandar diseparuh sayapmu

Angin dengarlah ...
Air mata ini selayaknya menyerah
Membiarkanku sekejap merasa damai
Dalam Sekerlip mimpi bersamamu

Angin ...
Dekapku dalam pusaran rasamu
Bawaku serta dalam jejak langkahmu
Melintasi badai yang terasa tak kunjung usai

Kamis, 08 September 2011

Ini Asa atau Rintihan Jiwa ???

Entah ...
Jantung serasa mengelepar
Berdegub meluruhkan angan
Nadi berdetak dan darah serasa bergolak

Aku ...
Serasa melangkah di padang tandus
Menandu hati yang sarat dengan rindu
Tertatih mencari siluet wajahmu
Di ujung langkahku

Entah ...
Akankah akhir menjadi milik kita
Atau kenyataan mengkhianati impan
Menghempaskan kita pada lajur yang berbeda
Kita terpisah ...

Inikah rasa ...
Melayang diantara angan
Ringan namun sarat keinginan
Rasa dan Raga ... seia
Mimpi dan Nyata ... sejalan
Benci dan Cinta ... menyatu
Aku dan kamu ... Menunggunya tuk bersatu
Mungkinkah ???

Rabu, 07 September 2011

Jangan Mencintaiku seperti Bunga ...

Cinta tak pernah akan begitu indah, jika tanpa persahabatan ...
Yang satu selalu menjadi penyebab yang lain
Seorang pecinta yang terbaik adalah sahabat yang terhebat
Jika kamu mencintai seseorang, jangan berharap bahwa seseorang itu akan mencintai kamu persis sebaliknya dalam kapasitas yang sama

Satu diantara kalian akan memberikan lebih, yang lain akan dirasa kurang ...
Begitu juga dalam cinta: kamu yang mencari, dan yang lain akan menanti ...

Jangan pernah takut untuk jatuh cinta ...
Mungkin akan begitu menyakitkan, dan mungkin akan menyebabkan kamu sakit dan menderita, tapi jika kamu tidak mengikuti kata hati, pada akhirnya kamu akan menangis ... jauh lebih pedih Karena saat itu, menyadari bahwa kamu tidak pernah memberi

Cinta itu sebuah jalan ...

Cinta bukan sekedar perasaan, tapi sebuah komitmen
Perasaan bisa datang dan pergi begitu saja
Cinta tak harus berakhir bahagia
Karena cinta tidak harus berakhir

Cinta sejati mendengar apa yang tidak dikatakan, dan mengerti apa yang tidak dijelaskan, sebab cinta tidak datang dari bibir dan lidah atau pikiran, ... melainkan dari HATI

Ketika mencintai, jangan mengharapkan apapun sebagai imbalan,
Karena jika demikian, kamu bukan mencintai, melainkan … investasi

Jika kamu mencintai, kamu harus siap untuk menerima penderitaan.

Karena jika kamu mengharap kebahagiaan, kamu bukan mencintai … melainkan memanfaatkan

Lebih baik kehilangan harga diri dan egomu bersama seseorang yang kamu cintai dari pada kehilangan seseorang yang kamu cintai, karena egomu yang tak berguna ...

Jangan mencintai seseorang seperti bunga, karena bunga mati kala musim berganti,
Cintailah mereka seperti sungai, sebab sungai mengalir selamanya ...

Cinta mungkin akan meninggalkan hatimu bagaikan kepingan kepingan kaca, tapi yakinkan dalam pikiranmu, bahwa Ada seseorang yang akan bersedia untuk menambal lukamu dengan mengumpulkan kembali pecahan pecahan kaca itu


Hingga kamu akan menjadi utuh kembali ...

Sabtu, 27 Agustus 2011

Se - Episode Tentang CINTA

“Aku hanya ingin jatuh cinta padamu” begitu bisiknya kala itu. Ku tatap seraut wajah ayu, mata bening yang menatap sayu, ada air mata disana mengambang membiaskan binar muram yang terasa menggoda. Rambut panjangnya terurai dan menari nari diusik angin nakal. Bibir tipis itu bergetar … aku tahu sedetik lagi tangis itu akan pecah dan berderai. Dan aku tak kan mampu mengatakan hal apapun selain membisu dan merengkuhnya dalam dekapanku.

Senja itu diantara rinai hujan yang membasahi bunga – bunga dijalan, membasahi tiap sudut kecil diantara dedaunan, membasahi matanya yang berkilauan diterpa senja. Dara … gadis kecilku, teman bermainku, sampai saat ini dia tetap gadisku. Walaupun … tak lagi hanya menempati sebatas itu, dia pujaan hatiku. Jauh di dasar hatiku … andai aku bisa jujur hanya dia lah sang penguasa hati ini.

Air mata itu berderai, jatuh membasahi pipinya yang bersemu merah. Dia tertunduk, menyembunyikan sebagian gugusan luka dimatanya. “Ra … ceritalah !” bisikku pelan. Iris mata coklat itu menatapku lekat, seperti godam yang mengantam … jantungku berdegup cepat. Rasanya aku rela memberikan apapun tuk menghapus air mata itu, apapun … bahkan jika harus ku tukar dengan nyawaku. Wajah ayu itu … begitu lembut, rapuh dan tak berdaya.
“Tapi aku tak bisa jatuh cinta … ada ikatan yang mengikatku erat, membuatku terikat dan tak mampu lepas.”
“Kau hanya ingin jatuh cinta padaku, namun … kau tak tahu apa yang diinginkan hatimu. Ikatan sejati adalah ikatan hati, bukan ikatan yang lain” Dara mendesah pelan … matanya menerawang jauh …
“Aku harus bagaimana ??? tak ingin kehilanganmu tapi aku tak tahu isi hatiku. Aku tak ingin mengikatmu tanpa ikatan, aku tak ingin menahan hatimu tanpa jalinan, aku tak berhak memilikimu dan memiliki yang lain. Katakan padaku Re, apakah aku mencintaimu ???” Kembali mata indah itu mengurungku dalam pesonanya, ada kilatan lembut yang hadir sekejap namun menghilang kembali. Dia memaksaku tetap disana, menahan setiap getar yang semakin menyiksaku. Andai engkau tahu Ra … hanya didekatmu aku merasa sudah mendapatkan seluruh isi dunia. Dengan melihat senyummu aku merasa kesejukan tiada tara, hanya dengan mengenggam jemarimu aku merasa akan mampu lalui segala kepahitan di dunia ini. Namun aku tak bisa meraihmu Ra, karena hatimu masih milikmu …
“Katakan Re … !!!” pintanya pelan. Ku tatap wajah indah itu, ku pahat dalam setiap tatap mataku kujadikan sebentuk harapan yang selalu bersemayam dalam jiwaku. Sebersit tanya menyelinap dihatiku “apakah aku mampu melupakanmu, mampukah aku melepaskanmu, bisakah aku menghapus bayangan wajahmu, senyum dan tawamu dari kehidupanku ??” Aku menunduk tak kuasa dalam deraan lara yang menghimpitku. Tak kau lihatkah luka diwajahku, tak bisakah kau tahu bahwa seluruh hati dan jiwaku mendambamu ???
“Ra … hanya engkau yang tahu” Aku harus melepasmu, aku tak bisa tetap disampingmu tanpa mampu meraihmu. Dan dengan tangismu kaupun melepasku … aku memang pergi dari hidupmu, aku memang lari menjauhimu hanya untuk menyelamatkan sebagian hatiku agar tak semakin terluka. Pengecut … mungkin iya, karena aku tetap tak mampu melupakanmu dan melarikan diri dengan menjauhimu.

Cerita ini tanpa cerita mungkin, karena yang ku ingat hanya sosokmu tanpa ada sosok lain yang mampu menggantikanmu. Aku tak bisa bersembunyi tanpa mengingatmu …

“Kamu tahu … aku hanya ingin menjalani hidup ini dengan caraku”

“Caramu ???” tanyaku, kau pun mengangguk membuat rambut yang terkuncir itu bergoyang. Hari ini kau mengajakku ke pantai. Wajahmu berseri dan bersemu merah, senyum tak pernah lepas dari bibirmu. Rambut yang selalu terurai, sore ini kau ikat ke atas menampakan leher jenjang yang mengoda. Mengoda karena aku melihat rambut – rambut halus yang menghiasi tengkuk indahmu. Kau tertawa … jemarimu mempermainkan ranting dan menulis berbagai kata diatas pasir.

“Ya … cara ku Re, cara yang sederhana tanpa ambisi … aku hanya ingin merasa damai, tenang dan nyaman. Kamu tahu Re … aku hanya ingin menghiasi setiap bibir itu dengan tawa, tak kan ku biarkan orang – orang yang kukasihi menangis. Aku hanya ingin hidup sederhana, sesederhana impianku” Dara setengah merenung, matanya menerawang jauh … penuh lamunan.

“Aku tahu sesederhana apapun impian itu, tak mudah jua tuk meraihnya. Re … apa yang akan kau rasakan ketika kau menemukan belahan jiwamu ?”

“Belahan Jiwa ???” tanyaku pelan, tanpa ingin mengusik lamunannya.

“Mungkin aku akan merasakan ketenangan saat bersamanya, saat itu penantianku akan berakhir karena semua yang kuinginkan ada padanya. Dia duniaku, dia akan menjadi hidupku, dia yang akan selalu ada bersamaku”

“Yach … namun tak semudah itu bukan ??? semua sudah berubah Re, dunia dan segala peradabannya. Andai setiap hati memiliki keinginan dan harapan yang sama, mungkin tak akan ada yang disakiti dan menyakiti. Sudahlah … intinya adalah aku juga ingin menemukan belahan jiwa itu, entah dimanapun dia berada aku yakin suatu ketika jalan yang kami lalui akan bertemu entah dipersimpangan yang mana. Dia akan disana, menungguku untuk menemukannya” Inilah … sore yang tak mungkin ku lupa, tawa dan candamu yang tak kan pernah mampu ku tepiskan begitu saja. Ra, aku sudah jatuh, tersungkur dibawah kakimu. Namun kau tak jua melihat betapa besar cinta yang kumiliki untukmu. Kau tak juga menatapku dengan hatimu. Kau selalu menatapku sebagai teman yang andai engkau mampu kau akan jatuh cinta padaku. Tanyakan pada hatimu Ra, dan ketika kau menemukan jawaban itu aku akan tetap ada di sini menunggu kau menemukanku. Ku lihat bayanganmu tak jua memudar, semakin jelas hingga membuat aku terperangkap tanpa mampu menjauh kembali …

Kamis, 02 Juni 2011

Kolaborasi Hati 8

Ingin kututup mata agar bisa kusentuh bayang wajahmu,menjelajahi awan yg kadang berkabut denganmu. Ingin kututup hati, agar kau tak tersentuh apapun, aman disudut hatiku yg terdalam, tanpa terusik nama lain yg ingin mnyentuhku. Ingin ku sulam doa menjadiknya selimut jiwaku, agar aku senantiasa damai walau tanpamu. Terbiaslah jingga di ufuk sana, bergetarlah sgala pnjuru nirwana, ketika kau dan aku bertemu dikeharuman surga seperti Janji NYA...

Galih Kesiangan

Dalam kenyataan atau di alam impian
Pada keberadaan maupun di ketiadaan
Dengan kedekatan serta nun di kejauhan

Resapkanlah dalam di sanubari...
Maknailah rasa di dalam dada

Bahwa arti hadirku adalah dirimu
Bahwa segenap asaku tak lah selain kamu
Bahwa getar anganku untuk slalu menjagam

Fawnia Zahratusshifa

waahh puisinya bikin klepek - klepek nie
ehmmm ... Nia coba imbangin dech !!!

Yach ... andai engkau tahu
Aku tak bisa berpaling tanpa melihatmu...

Tak bisa main hati tanpa segores namamu
Tak bisa hidup tanpa cintamu ...

Please ...
Bawa aku jauh dari impian semu
Hilangkan resah dan gundah yang merajah
Beri aku damai diujung pelangi indah matamu ...

Galih Kesiangan

Sorry klo saya ngganggu di wall ini

Soal Nia makin susah nie...
Hahaha....
Tak aku menyangka slalu melafazkan satu nama
Tak aku pungkiri hati tlah terikat kau bawa pergi
Bila malam ini aku tertidur penuh damba
Bangunkan aku esok hari dengan cinta

Fawnia Zahratusshifa


ehmmzzz ......
Tak menyangka bukan, ketika namaku sprt do'a bagimu
Menyelimuti hatimu bagai halimun pagi
Memberi kesejukan yang terkadang membekukan
Memberi Kehangatan yang terkadang membakar

Sealunan hati, ayat - ayat cinta berkumandang bagai kidung para peri
Mengusik mimpi ...
Mengurai gelap hati ...
Membawamu datang padaku dengan segala cinta yg ada
Hanya untukku ...

Galih Kesiangan

Smakin dalam, hampir di ujung cerita. Ntar dibikin novel yc, hehehe......
Siapa tw bs ikut kcipratn royalti.

Tlah berakhir pelayaran arungi kembara sunyi
Kulabuhkan sudah biduk hati di dermaga ini... Lihat Selengkapnya
Menikmati angin pantai di sela wangi aromamu
Bersama melepas mentari yang pulang di senja hari
Menguntai hiasan kerang di kala pagi
Tak lagi laut menghimbau ku untuk pergi
Kini aku di sini, di tanah ini
Dan slalu tetap di sini
Di sisi mu.....

Kolaborasi Hati 7

****Kala hati bergetar syahdu, menyusup mengelitik di kisi2 kalbu. Jantung berdegub tanpa mampu dicegah dan kidung rasa membahana menebar gelisah. Hati bernyanyi tentang hati, genderang berbunyi mematahkan logika diri. Tak mampu meredam hati yg trlanjur jatuh, ingkari adanya tautan kasih. Walo ntah esok berujung kisah atau hanya menjadi cerita yang tak pernah terkisah ... ***

Milla Tyamailana

Rasa bukan logika non......
Dan apabila merasa dengan logika akan luamaaaaaa sampainya, ujung2ya patah hati

Fawnia Zahratusshifa

kalo rasa adlh logika ... maka cintapun akan dihitung untung ruginya ...

Galih Kesiangan

Menelisiki satu demi satu ukiran kasih di sudut hati
Tlah terpahat satu rasa yang tak jua mau pergi
Tersembunyi jalinan smara di lubuk sanubari

Pada rindu yang kian menggebu... Lihat Selengkapnya
Pada resah yang terus membuncah
Pada hasrat yang semakin lekat
Pada cinta yang sepenuh damba

Ku susun noktah-noktah asa menyatukan bayang
Mengumpulkan segenap imaji agar menjelma hakiki
Tentang kamu, tentang aku, tentang kita

Karna ku buta tanpamu
Karna ku tak berdaya tanpamu
Karna ku tak lengkap tanpamu
Karna ku membutuhkan kamu

Fawnia Zahratusshifa

Malam hadir bawa sunyi
Semilir angin berhembus menyibak nurani
Memeluk setiap insan dengan dingin yang membekukan
Hadirkan Sepenggal rasa yang pernah kutinggalkan

Terusik lagi satu episod tentang hati
Gelisah membuncah bertahta disanubari
Tak ingin ada rindu hadir kembali
Tak ingin ada resah merajah
Biar membeku hasrat yg dulu lekat
Namun tak bisa terpungkiri, bahwa cinta tetap penuh damba

Ach ... telah terpasung hati dalam kesendirian
Tak ingin lepas dalam pelukan nyaman
Kehadiranmu hanya memporak porandakan
Menebar gelisah beri pilu dan gundah

Telah terbiasa terayun langkah tanpamu
Telah kutempa jiwa raga sekuat baja tanpa hadirmu menopangku
Walo terakui hati ...
Aku tak pernah sempurna tanpa hadirmu

Galih Kesiangan

Dan bila langkah dua hati tak jua seiring menapak
Segenap rasa kubawa pun tak lagi dimaknai rindu
Apakah cinta yang kusemai hanyalah bunga mekar semusim
Ataukah sekedar dialog indah episode satu babak belaka
Tak kuberharap begitu......

Entah bila harapmu...

Aku menengok sebuah kenang yang tak hilang
Dari pedih usai kisah asa dan rasa antar kita
Karena seluruh damba tlah kutabur ikhlas di tanah ini
Haruskah kini kuberanjak pergi
Tak kuberharap begitu...
Entah bila harapmu...

Fawnia Zahratusshifa


uuuhhh ... pusing seiring lagunya hati didera bimbang...

ehmmm ... yang kutahu, bila rindu hadir dia tiada tanpa makna
Tak ingin menepis ... terbiarkan bersemayam disudut hati
Walo kadang hati didera luka rasa ...

Hadirnya membawa kehidupan lebih bermakna
Tawa tangis seirama detak jantungnya
Getar dan debar seiring sejalan ayunan langkah kakinya
Ingin kau pergi namun hati menginginkan kau tetap ada ...
Disini ...
Di tanah yg mengharapkan tetes hujan ...
Disini ...
Di hati yang tak jua memahami akan satu makna arti kehadiran



Rabu, 01 Juni 2011

Kolaborasi hati 6

Hujan ... rintikmu dipenuhi damai, hadirmu membawa kesejukan dihati dan kepergianmu selalu hadirkan pelangi ... rela kau hadir disela hari, mnjadi tangisan tanpa suara mnjadi dambaan tak ter sua, biarkan berlalu pergi bila jalan tak mungkin tertempuhi kembali ...

Galih Kesiangan

Mendekatlah……
Bila malam ini mimpi tlah mengukiri sgenap dinding hati
Usah menanti keraguan kelak kan terjelang di dini nanti

Mengertilah……...
Tatkala rasa mengekalkan hasratnya hanya pada seberkas asa
Roda waktu dunia takkan lagi sanggup memutari dimensi nyata

Akuilah……
Keberadaan desiran makna yang terus memekat di tiap tetes darah
Pengingkaran pada satu kata cinta akan membadaikan sejuta damba

Resapilah…..
Bila gamang sudah tak bergelayut lagi di penjuru kasih sayang
Dalam kegulitaan pengharapan inilah cahaya hakiki kusimpankan

Fawnia Zahratusshifa

Ketika gelisah mendera, kepiluan serasa sealiran darah
Menuju titik nadi yang kian membuncah
Resah bergayut tanpa sebab melingkari nurani tanpa bisa terbendung lagi ...
Ada ingin ku sampaikan pada angin
Pintaku serasa menghiasi tiap kisi langit...
Rasakanlah ...
Ku titipkan baitan asa pada gemintang surga
Sumbang terdengar kidung cinta
Mendayu ...
Merindu ...
Bagai usapan buluh perindu

Biar usang tersimpan jua
Tak kan usai dimakan perayap cinta
Terjaga hingga berakhirnya masa
Karena cinta tak harus jadi miliknya

Galih Kesiangan

Dan bila pedih kenang lama tlah tak melingkupi diri
Takkan lagi luka bathin ini kan kubawa mati
Biarlah terkubur sudah kisah lama yang duka
Hanya pada satu asa kini kutulis bait-bait rindu
Tatkala lorong hatiku bersenandungkan lirih asmara
Mengalun pelahan mentasbihkan berjuta damba
Dan bila getarnya terasa menyentuh relung jiwamu
Akankah bersambut indah segala jalinan telisik rasa

diujung malam aku menunggumu ...

Galih Kesiangan

akankah bermakna bila hadirku membawa bintang dari utara....

Sang Penanti

Jika ada yg membawakanmu bintang dari utara,sekiranya aq akan bersaing dengannya.kan ku bawa bintang bintang dari timur,tenggara,selatan,barat daya,barat,barat laut, ,timur laut

Fawnia Zahratusshifa

hehehehe ...
capa lagee yg minta bintang ...

@Galih & Sang Penanti :

Bintang ... indahnya hanya untuk dipandang
Tak bisa dimiliki karena dia tak bisa hidup dalam genggaman
Andai kau bisa membawakannya untukku ...
Percuma karena dia tak bisa jadi pelitaku ...
Karena dia tak bisa hidup denganku

Biarkan yang hadir adalah bintang hati ...
Sinarnya menyejukkan dan tak pernah mati
Menjadi pelita penunjuk jalan Hakiki ...
Sinari hatimu dengan sinar NYA
Dan biarkan hidup menjadi lebih bermakna

Galih Kesiangan

Mungkin karna satu dan hanya satu bintang yang kubawa
Padahal hanya itulah sgala kekayaan damba yang aku punya
Mungkin bintang utara sudah tak berkilau lagi cahyanya
Padahal tlah kusimpankan lekat asmara di dalamnya
Mungkin bintangku dicipta sebagai pengembara antero mayapada... Lihat Selengkapnya
Padahal di haribaan bumi indahmu lah hati tak lagi lara

Fawnia Zahratusshifa

Biar bintang tetap diantero mayapada
Menghiasi langit dengan kerlap kerlip sinarnya
Keindahannya milik setiap orang yang mampu memaknai arti kehadiranya.
Dia ada namun tak terjamah tangan manusia ...
... Lihat Selengkapnya
Tak rela rasanya ...
Melihatnya luruh tanpa asa, karena sesungguhnya dialah sumber asa jiwa
Langit tak kan sama tanpanya ...
Bulan tak tak bisa kehilangannya, walo terkadang malam hadir tanpa kerlipnya

Galih Kesiangan

Woouuw.....

Dalam kembara sunyi slalu beredar sendiri
Tanpa berharap balas ku menabur cahya
Entah berjuta bintang tlah bersinar terang... Lihat Selengkapnya
Entah rembulan berhias tatkala purnama
Entah gelap malam berselimut kabut kelam
Aku kan tetap ada
Di tempat yang sama
Walau tak tampak nyata
Karena hakikat hadirku hanyalah seberkas cahya
Tanpa memperturutkan damba tersimpan di jiwa
Tak seharusnya merubah tatanan tata surya
Akulah bintang utara di batas keheningan rasa

Fawnia Zahratusshifa

Yach ... bila kau bintang
Tak kan mungkin kan teraih jemariku
Kau ada tidak untuk dimiliki, keberadaanmu hanya untuk di kagumi ...
Kerlip cahayamu menebar banyak pesona ...
Menerangi seluruh penjuru bumi ...... Lihat Selengkapnya

Tak kan ada yg mampu meraihmu ...
Karena kau terlalu tinggi tuk direngkuh
Bila kau jatuh kebumi ... sinarmu kan redup tiada arti
Apa mungkin kau kan relakan keindahan cahaya itu
Dan berganti menjadi manusia yang ber rasa ...